Senin, 02 Juli 2012

Ada Apa di Dalam Ka'bah? Inilah Jawabannya


Tak sembarang orang yang bisa memasuki Ka'bah. Oleh sebab itu, banyak yang bertanya, apa sebenarnya yang ada dalam Ka'bah itu ? Apa benar dalam Ka'bah masih tersimpan berhala-berhala zaman dulu sebagaimana yang dituduhkan kaum perusak Islam?

Sebagaimana yang diperlihatkan dokumenter Kerajaan Arab Saudi, isi dalam Ka'bah hanya berupa ruangan kosong. Bahagian dalam Ka'bah terdapat tiga pilar dari kayu gaharu terbaik. Panjang satu pilar sekitar seperempat meter atau setengah meter berwarna campuran antara merah dan kuning. Ketiga pilar ini berjejer lurus dari utara ke selatan.

Pada awal abad ini (tahun 2000-an), bagian bawah ketiga pilar retak yang kemudian diperbaiki dengan diberi kayu melingkar di sekelilingnya. Ketiga pilar ini dibuat atas inisiatif Abdullah ibn Al Zubair tiga abad yang lalu. Meski demikian, ketiganya masih tetap kokoh hingga saat ini.

Atap dalam Ka'bah penuh dengan ukiran-ukiran mengagumkan, selain diberi lampu-lampu indah yang terbuat dari emas mumi dan dari per­hiasan-perhiasan indah lainnya. Lantai Ka'bah dibuat dari batu pualam putih.

Dinding Ka'bah bagian dalam dibalut dengan batu pualam war­na-warni dan dihiasi dengan ukiran bergaya Arab. Terdapat tujuh papan yang menempel di dinding ini yang bertuliskan nama-nama orang yang pernah merenovasi atau menambahkan sesuatu yang batu di dalam Ka'bah atau Masjidil Haram.

Dikatakan bahwa tembok Syadzarwan adalah bangunan tambahan pada Ka'bah yang dikerjakan oleh kaum Quraisy. Menurut mazhab Syafi'i dan Maliki, tembok Syadzarwan termasuk bagian Ka'bah, sehingga jamaah haji yang bertawaf harus berada di luarnya. Pendapat sebaliknya dikatakan oleh mazhab Hanafi. Menurut mereka, tembok Syadzarwan bukan merupakan bagian Ka’bah.

Adapun mazhab Hanbali memilih berada di antara dua pendapat di atas. Menurut mereka, menjauhi tembok itu sangat dianjurkan, tetapi seandainya jamaah melakukan tawaf di dalamnya maka tawafnya tetap sah dan tidak sampai rusak.

Yang jelas, belum diketahui secara pasti kapan pertama kali tembok Syadzarwan dibangun. Setiap kali Masjidil Haram dipugar, tempat-tempat di sekitarnya juga dipugar. Yang pasti, tembok Syadzarwan mengalami pemugaran pada tahun 542 H, 636 H 660 H, dan 1010 H.

Minggu, 17 Juni 2012

Penyebab Jatuhnya Sukhoi Terungkap.


Penyebab kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak Gunung Salak mulai terkuak. Pengawas udara diduga kurang memandu pilot yang tak paham medan.
Laporan utama majalah Tempo, "Musabab Jatuhnya Sukhoi", edisi Senin, 18 Juni 2012, memuat isi rekaman percakapan terakhir antara pilot Sukhoi Superjet 100, Aleksandr, dan N, petugas pengatur lalu lintas udara di Terminal East Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. (Baca juga: Pilot Sukhoi Sempat Berteriak: Ya Tuhan Apa Ini!)
»Tower 36801 good afternoon, establish Radial 200 degrees VOR ten thousand feet…(Selamat siang tower 36801, ada di ketinggian 10.000 kaki)” ucap sang pilot pada pukul 14.24. Petugas menara pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Controller), sebut saja bernama N menjawab, »RA36801 radar contact, maintain ten thousand proceed area. (RA36801 kontak rada, jaga ketinggian di 10.000 kaki di area itu)” Sesuai dengan prosedur, pilot Aleksandr mengulang instruksi petugas: »Maintain level 10.000 feet 36801 (jaga ketinggian di 10.000 kaki).”
Jet baru itu melaju menuju Pelabuhan Ratu sesuai dengan tujuan penerbangan. Pilot menerbangkan pesawatnya dengan status Instrument Flight Rules. Artinya, pilot mengikuti panduan alat navigasi di kokpit dan panduan petugas pengatur lalu lintas udara.
Dua menit terbang di ketinggian 10 ribu kaki, pilot menghubungi petugas: »Tower, 36801 request descend 6.000 feet. (Tower, 36801 meminta turun di 6.000 kaki).” Petugas N menjawab, »36801 say again request (36801 kembali meminta turun).” Pilot Aleksandr mengulang permintaan untuk menurunkan pesawat ke ketinggian 1.828 meter di atas permukaan laut. N segera membalas, »Ok, 6.000 copied. (Ok. 6.000 kaki diterima).” Sang pilot mengulang, »Descend to 6.000 feet 36801 (turun ke 6.000 kaki).”
Di radio, ketika jam berdetak pada pukul 14.28, pilot Aleksandr terdengar kembali meminta persetujuan. »Tower, 36801 request turn right orbit present position.” Tak menanyakan alasan pilot memutarkan pesawatnya ke kanan, N langsung setuju: »RA 36801 approve orbit to the right six thousand (RA 36801 setuju orbit ke kanan ke 6.000 kaki).” (Baca juga: Pemandu ATC di Insiden Sukhoi Belum Diizinkan Bekerja Lagi)
Permintaan memutarkan pesawat itu merupakan komunikasi terakhir pilot. Hampir lima menit setelahnya, pesawat menabrak tebing. Dari rekaman kotak hitam, menurut seorang penyelidik dari Rusia, sesaat setelah permintaan memutar disetujui, pilot menjerit.
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi Tatang Kurniadi tak menampik ketika dimintai konfirmasi soal komunikasi pilot dan pemandunya itu. »Percakapan ini normatif, tak ada petunjuk apa pun. Kami punya yang lebih lengkap,” kata dia, Selasa pekan lalu.
Menurut Tatang, semua data komunikasi, rekaman radar, juga kotak hitam pesawat telah diserahkan kepada lembaganya. »Semua petugas juga telah dimintai keterangan.”
Seorang investigator Rusia yang mengetahui analisis sementara kotak hitam mengatakan Yablontsev berniat melakukan manuver setelah permintaan turunnya disetujui menara Cengkareng. "Dia mau terbang di celah dua puncak gunung," katanya. Salak punya tiga pucuk dengan lembah-lembahnya yang curam.
Seorang petugas di Cengkareng menyimpulkan, pemandu memiliki andil dalam kecelakaan. "Semestinya pemandu tak menyetujui permintaan pilot berbelok ke kanan karena di monitor radar sebenarnya tercantum gunung," ujarnya. Selengkapnya baca laporan utama majalah Tempo, Musabab Jatuhnya Sukhoi.

Selasa, 12 Juni 2012

Tujuh Ciri Kedatangan nabi Isa AS

Nabi Isa AS -- yang oleh orang Nasrani disebut Yesus -- menjadi bahan kontroversi antara Islam, Nasrani, dan Yahudi. Orang Yahudi mempercayai bahwa mereka telah membunuh Isa, dan orang-orang Nasrani meyakini bahwa Isa telah disalib dan dikubur.

Namun, kaum Muslimin meyakini dengan jelas dan tegas bahwa Nabi Isa tidak disalib atau dibunuh, melainkan 'diangkat' oleh Allah SWT. Nabi Isa akan kembali ke dunia, di suatu masa, di akhir zaman.

''Ada 33 hadis shahih yang menegaskan bahwa Nabi Isa akan kembali turun ke bumi. Bahkan, ada yang mengatakan sampai 90 hadis,'' tutur Dr Muslih A Karim, dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, pada sebuah kesempatan.

Dia lalu menyebutkan, ada tujuh ciri kedatangan kembali Nabi Isa:


  • Pertama, Nabi Isa akan turun di Menara Putih, yakni Masjid Bani Umayyah di Damaskus Timur.

  • Kedua, Isa akan membunuh Dajjal (gembong penjahat yang mengaku sebagai penyelamat) di Dataran Tinggi Golan (Syria).

  • Ketiga, Isa akan bertemu Ya'juz dan Ma'juz, dan semua tokoh jahat dan pengikutnya itu akan tewas.

  • Keempat, Isa akan mendakwahkan agama Tauhid seperti yang dibawa oleh Nabi Muhammad maupun nabi-nabi lain sebelumnya.

  • Kelima, Isa akan melakukan haji dan umrah.

  • Keenam, Isa datang, dunia penuh keberkahan. Misalnya, sebutir buah delima bisa membuat 40 orang kenyang.

  • Ketujuh, setelah Isa datang, selama tujuh tahun kondisi dunia sangat aman.

''Intinya, Nabi Isa sekarang ini belum meninggal. Dia akan turun lagi di akhir zaman untuk menegakkan Islam,'' ungkap Muslih

Kamis, 07 Juni 2012

12 Golongan Yang Di Doakan Malaikat



“Sebenarnya (malaikat – malaikat itu) adalah hamba – hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah – perintah-Nya.  Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa’at melainkan kepada orang – orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati – hati karena takut kepada-Nya,” (QS Al Anbiyaa’ 26-28).
Islampos.com—MUNGKIN kita pernah berandai, bagaimana agar malaikat itu mendoakan kita? Bayangkan saja makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya dan tak memiliki nafsu itu doanya pasti dikabulkan oleh Allah SWT.
Berikut ini ialah sekelompok orang didoakan oleh malaikat karena berbuat suatu kebaikan:
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
“Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”. (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
“Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’ (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)
3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan” (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib)
4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf” (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)
5. Para malaikat mengucapkan ‘aamin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
“Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu” (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
“Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’” (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)
7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah.
“Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’” (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no.9140)
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’ (HR Imam Muslim dari Ummud Darda’, Shahih Muslim 2733)
9. Orang-orang yang berinfak.
“Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’” (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)
10. Orang yang sedang makan sahur.
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur” Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa “sunnah” (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)
11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
“Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh” (HR Imam Ahmad dari ‘Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)
12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
“Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain” (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily).

Rabu, 06 Juni 2012

Jenderal yang Selalu Meneriakan " Allahu Akbar" (Jend. Sudirman)


Siapa tidak kenal Jenderal Sudirman? Namanya tetap harum sampai kini. Ada banyak sisi lain dari Jenderal Sudirman. Ia adalah seorang ustad, ulama, dan pahlawan bangsa yang besar.
Di Bodas Karangjati, Purbalingga, bayi Sudirman pertama kalinya menangis tepatnya tanggal 24 Januari 1916. Sudah terlihat sekali jika sejak kecil Sudirman punya jiwa sosial yang tinggi. Semasa mudanya Sudirman aktif dalam organisasi pramuka dan terkenal sangat disiplin—satu sifat yang kelak akan menjadikannya sebagai jenderal yang besar.
Sudirman termasuk beruntung. Pasalnya untuk zaman itu, tidak banyak yang bisa bersekolah sampai tuntas. Pendidikan terakhirnya adalah Sekolah Guru Muhammadiyah di Solo, tapi tidak sampai tamat. Tapi beliau tetap menjadi guru di Muhammadiyah Cilacap.
Di masa pendudukan Jepang, Sudirman sangat memperhatikan masalah sosial. Salah satu buktinya adalah ia mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan. Pada zaman itu, tidak banyak yang mengerti tentang pentingnya koperasi. Selain itu, beliau juga menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Keresidenan Banyumas. Suatu posisi yang memungkinkannya untuk selalu bisa memberi lebih buat rakyat.
Karir  militer Sudirman tergolong cepat. Pada masa itu pula Sudirman mengikuti pendidikan tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor. Kemudian ia diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Jasa pertama Sudirman setelah kemerdekaan ialah merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas.
Sesudah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, ia diangkat menjadi Panglima Divisi V / Banyumas dengan pangkat kolonel. Bulan Desember 1945 ia memimpin pasukan TKR dalam pertempuran melawan Inggris di Ambarawa. Tanggal 12 Desember dilancarkan serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris. Akhirnya pasukan Inggris mengundurkan diri ke Semarang.
Dalam Konferensi TKR tanggal 12 Nopember 1945 Sudirman terpilih menjadi Panglima Besar TKR. Lalu tanggal 18 Desember 1945 ia dilantik oleh Presiden dengan pangkat Jenderal. Sejak itu TKR tumbuh menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Ada yang sering lupa diceritakan oleh buku-buku sejarah, jika beliau ini dekat sekali dengan Islam. Hampir semua orang tahu jika Pak Dirman adalah orang yang sholih dan taat beragama. Hingga oleh para anak buahnya biasa disapa Kajine, istilah Jawa untuk panggilan Pak Haji. Padahal beliau belum pernah ke Mekkah. Dalam perjalanan gerilya, setiap mampir di pedesaan atau kampung, Pak Dirman selalu menyelenggarakan pengajian. Tiap malam, walau ia tengah menderita penyakit paru-paru yang kronis, Pak Dirman selalu menunaikan solat tahajud. Pak Dirman dulunya berasal dari keluarga santri.
Dalam rangka mengobarkan semangat jihad di kalangan tentara dan masyarakat, Pak Dirman erat menjalin hubungan kerja sama dengan pesantren-pesantren. Sebagai contoh, pada waktu pertempuran di Magelang, kemudian di Ambarawa, Pak Dirman sering ada di Payaman (sebelah utara Magelang) dan bekerja sama dengan pondok pesantren yang dipimpin Kyai Siraj. Pondok Pesantren ini banyak menggiring santrinya untuk berjihad dalam pertempuran Ambarawa.
Bukti lain Pak Dirman dekat dengan perjuangan Islam adalah pada pertengahan tahun 1946, beliau mengunjungi laskar Hisbullah-Sabilillah Surakarta yang sedang mempersiapkan kembali maju ke medan perang di Alas Tuo dan Bugen. Waktu itu diadakan pertemuan di rumah Kyai H. Adnan di Tegalsari, Surakarta. Kedatangan sang jeneral besar kontan makin nambah semangat juang anggota Hisbullah-Sabilillah yang tengah bersiap berangkat ke medan perang. Jenderal Besar Sudirman mengawali kata sambutannya dengan melantunkan ayat-ayat al-Qur’an surah Ash-Shaf ayat 10-12 yang kemudian diterjemahkannya sendiri: ‘Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang akan menyelematkanmu dari siksa yang pedih. Yaitu, kamu yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwamu…”
Sewaktu Belanda melancarkan Agresi Militer II, Jenderal Sudirman sedang sakit, tetapi ia menapik saran Presiden untuk tetap tinggal dalam kota. Kurang lebih tujuh bulan ia mempimpin perang gerilya di hutan-hutan dan gunung-gunung. Banyak penderitaan yang dialaminya terutama penyakitnya sering kambuh dan tidak tersedianya obat-obatan. Coba tuh, betapa lengkapnya kan perjuangan dan pengorbanan beliau ini.
Pulang dari medan gerilya, karena masih sakit, ia tidak dapat memimpin Angkatan Perang secara langsung, tetapi buah pemikirannya selalu dibutuhkan oleh Pemerintah.
Pengalima Besar Jenderal Sudirman meninggal dunia di Magelang pada tanggal 29 Januari 1950 dan dimakamkan di Taman Pahlawan Semaki, Yogyakarta.
Pak Dirman  juga selalu menanamkan kepada tiap anak buahnya sikap hidup “Hidup mulia atau mati syahid” (“Isy Kariimah Aumut Syahidan”) dalam setiap pidatonya. Ayat-ayat Qur’an idolanya adalah ayat-ayat Qur’an yang banyak mengandung kata “Jihad” seperti surah Ash-Shaff ayat 10 dan 11 serta surah al-Baqarah ayat 154. Jenderal Sudirman juga sering meneriakkan takbir “Allahu Akbar!” saat memimpin peperangan.
 
Sumber : Islampos.com

Menyikap Konspirasi Iran - Amerika di Afghanistan (Kebohongan Iran sebagai Pejuang Islam)


Ketika isu nuklir semakin gencar dan Russia dengan giatnya membantu Iran membuat senjata itu, media Barat diam-diam menyembunyikan isu tersebut. Beritanya pun jarang terdengar, bahkan tidak menjadi perhatian sama sekali oleh para penganalisis politik Timur Tengah disana.
Sebelumnya, kebanyakan analis begitu bersemangat untuk merealisasikan teori mereka atas serangan Amerika terhadap Iran akan terjadi. Dan hal itu sudah tidak mengherankan lagi karena begitu sangat populernya di Barat.
Bahkan dalam tulisan mereka, para jenderal Amerika sendiri begitu berapi-api nya mengatakan tentang isu nuklir. Menurut analis, para jenderal Barat telah menetapkan tanggal untuk melakukan serangan ke Iran.
Siapa pun yang membaca tulisan para analisis Timur Tengah itu, pasti terpesona dan percaya tanggal tersebut, tapi kini tanggal serangan itu hanya menjadi lelucon saja dan berlalu dengan kebohongan yang nyata.
Benarkah Iran akan diserang?  Dengan faktor yang berbeda antara Iran dan Irak, Iran tidak mungkin melakukan serangan terkecuali di Irak dan negara-negara Arab yang sudah tidak memiliki cadangan minyak, dan kondisi pada saat itu selalu dan hanya Iran saja yang menyimpan bahan bakar itu. Itulah faktor terbesarnya.
Mari kita tengok sejarah, tidak ada ceritanya Syiah akan berperang melawan Yahudi Kristen. Dalam perang Salib, Salahuddin al-Ayyubi telah merasakan perbuatan cela Syiah Fatimiah yang bersekongkol dengan kekuasaan Kristen ketika itu. LaluDaulah Utsmaniyah di Turki, yang begitu lama berperang dengan Syiah Safawiyyah Imamiyyah di utara Iran yang berbasis di Tabriz. Lihatlah pengkhianatan pemimpin Syiah di India terhadap muslim sunnah di benua itu yang bekerjasama dengan Inggris.
Kasus Afganistan dan Irak seharusnya menjadi bahan yang sangat penting bagi para analis dalam mengkaji hubungan antara Iran dan Amerika. Malah lebih mendalam mengenai hubungan Iran dengan Israel. Kini pengakuan demi pengakuan muncul, media-media telah mengungkap rahasia di balik permusuhan sebenarnya antara Iran dan Amerika/Yahudi.
Dimulai satu isu yang menjadi kontroversi hingga kini, ketika terjadi perang Iran-Irak dahulu, Amerika menjual senjatanya kepada Iran melalui tangan Israel, sangat mengherankan, tidak seorang pun analis politik mengomentari isu yang begitu panas di Amerika, yang melibatkan hampir separuh dari pejabat -pejabat di era Bush.
Berita itu sepertinya tidak mengherankan, karena saat itu Saddam adalah sekutu utama Amerika sedangkan Iran sebagai musuh utama Amerika bertindak sewajarnya, bahkan tidak pernah berhubungan dengan Amerika.
Kontribusi Iran yang begitu sangat besar kepada Presiden Amerika, membuat Iran yang didaulat sumbu kejahatan dan musuh pertama Amerika sampai hari ini tidak pernah menerima sebiji bom pun dari Amerika. Sebaliknya kejahatan Saddam terhadap Iran pada perang teluk dahulu menjadi alasan terkuat untuk Amerika menobatkan kekuatan Syiah di Irak pada 20 April 2003 sampai hari ini.
Fakta yang dikemukakan bukanlah omong kosong atau rekaan belaka. Mantan Wakil Presiden Iran Mohd Ali al-Abtahi pun pernah berkata: “Jika tidak karena Iran, Kabul dan Baghdad tidak akan jatuh ke tangan Amerika”.
Pada 2 Februari 2008, Duta Amerika untuk PBB yang juga mantan Duta Serikat untuk Irak yang sangat populer ketika itu, Zalmay Khalilzad, merupakan salah seorang pengatur skenario serangan terhadap Irak. Ia mengaku kontribusi Iran terhadap jatuhnya Afghanistan dan Baghdad adalah kerjasama antara Iran dan Amerika, bahkan beliau sendiri merupakan juru runding antara kedua pemerintahan tersebut.
Ternyata, kita telah diperdaya oleh media-media Barat, yang katanya Iran telah menolong dan melindungi pejuang Taliban dan Al-Qaeda. Tetapi mengenai ini dijelaskan dengan rinci oleh pejabat-pejabat NATO di Afghanistan bahwa Iran tidak pernah membantu pejuang Taliban.
Sudah amatlah tegas, bahwa Iran begitu sangat membenci Taliban. Bagi Iran Taliban Afghanistan merupakan pejuang Sunnah sejati, di atas aqidah dan pegangan itulah Iran sebagai Syiah benar-benar sangat membencinya.
Orang-orang di luar sana mungkin menganggap fakta ini adalah provokasi antara Sunni dan Syiah. Itu berdasarkan semata-mata karena kedangkalan dan tidak mau tahu tentang siapa Syiah sebenarnya.
Bukti nyata lainnya, yakni pertemuan antara Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan Manushehr Muttaki, Menlu Iran, Presiden Afghan menjelaskan secara gamblang perbuatan Iran bersama Amerika untuk melenyapkan Afghanistan. kemudian Muttaki mengkonfirmasikannya dengan rinci.
Satu kondisi agak pelik, dimana Iran bermusuhan dengan Amerika tetapi bekerjasama erat dengan Hamid Karzai di Afghanistan dan Nuri al-Maliki di Irak, termasuk juga dengan pemerintah India untuk kerjasama nuklir. Perjanjian Bonn atau Bonn Conference telah mencatat dengan baik kemesraan Amerika dan Iran untuk melenyapkan Taleban Afghanistan.
Di Irak kerjasama antara Iran dan Amerika sudah bukan rahasia lagi bagi analis barat. Bekas Menlu Inggris, Jack Straw merupakan penghubung antara Inggris dan Amerika untuk membujuk Hashemi Rafsanjani sebelum serangan 2003. Amerika merupakan konektor nyawa partai-partai Syiah seperti SCIRI dan Partai da’wa Islamiyyah begitu juga Kurdi sekuler saat Saddam berkuasa. Pemimpin SCIRI, Mohamad Baqir al-Hakim dan saudaranya Abd. Aziz al-Hakim berada dalam pengasingan di Iran. merekan disponsori oleh Amerika melalui Ahmad Chalabi, Syiah tali barut Amerika di London yang selalu berulang kali ke Iran.
Dan hari ini mayoritas tampuk kekuasaan pemerintahan Irak adalah Syiah. Mayoritas tentaranya juga Syiah. Ratusan ribu orang Sunni telah dihalau setiap bulannya oleh Syiah, sepert laporan yang dilansir oleh PBB. Pembersihan etnis Sunni sendiri didalangi kelompok milisi Syiah dan Tentara Mehdi.
Media menghebohkan serangan antara tentara Mehdi dan para penjajah tetapi yang terbunuh malah puluhan ribu penduduk Sunni. Itulah cerita sebenarnya di Fallujah. Dunia sepertinya melupakan Fallujah, kawasan ulama-ulama Sunni. Hakikatnya, memang benar tentara Mehdi bertemu dengan tentara penjajah tetapi disusul dengan intervensi pemerintah Syiah yang mana pengikut-pengikut Muqtada Sadr adalah antara kelompok terbesar dalam pemerintah Irak.
Perdamaian pun akhirnya terjadi antara Syiah dan para penjajah, tetapi Ahli Sunnah yang menjadi korbannya. Pengakuan pejabat pemerintah Irak hari ini, bahwa mayoritas terbesar dalam penjara Irak adalah kaum Sunni.
Pokok persoalannya ketika itu adalah kemana perginya Suriah, yang dimomokkan sumbu kejahatan bersama Korea Utara dan Iran? Kemana pergi Suriah yang dinyatakan korban setelah Irak? Benarkah Iran adalah korban berikutnya setelah Suriah lenyap tanpa berita? penulis yang selalu mengikuti permainan media dan aktor-aktor dibalik hubungan Iran dan Amerika, sangat lucu bila mana Iran mempersendakan resolusi PBB terkait isu nuklir, sementara Amerika tetap melanjutkan akting Charli Chaplinnya, bahwa Iran akan diajar secukupnya, serangan keatas Iran tidak dapat dihindari, Amerika siap menyerang Iran. Peristiwa ini ditutup dengan penahanan 15 marinir Inggris di Shatt al-Arab.
Penulis juga menelusuri koran-koran Iran bahwa marinir Inggris yang ditahan beberapa kali dibebaskan. Tidak berapa lama setelah dipulangkan para tentara marinirnya, Inggris pula yang membujuk Amerika agar jangan menyerang Iran. Permainan dan persekongkolan ini rupanya cukup hebat mengelabui dunia. Hakikatnya Inggris-lah yang mengajak Iran menyerang Saddam untuk membalas dendam perang delapan tahun dengan Irak.
Hari ini, Syiah di Irak dan tentara Amerika kocar-kacir menghadapi serangan sengit pejuang Sunni dari kelompok mujahidin Daulah Islamiyah Irak yang bergabung dengan Al-Qaeda, yang mana telah membuka mata semua pihak bahwa Iran dan Suriah itu bukanlah musuh sebenarnyauntuk Amerika. Mereka seringkali bertemu untuk mendapatkan dukungan Iran dan Suriah membela pemerintah Syiah Irak.
Serangan yang berulang-ulang itupun telah banyak merugikan Amerika, demi mempertahankan pemerintah yang sudah ada. Amerika berharap Iran dan Suriah mendukung tentaranya dan Syiah untuk menghadapi pejuang Sunni yang berasal dari muslim sunnah Irak, Sudan, Ikhwan Suriah, Yordania, Mesir dan Libya yang berjuang di pihak barisan al-Qaida di Irak.
Iran dibutuhkan Amerika untuk menghalang-halangi Muqtada Sadr memerintah Irak yang menggantikan Nuri al-Maliki yang akan merombakkan sistem demokrasi di Irak, hingga mengakibatkan kerugian besar bagi Amerika untuk membolot sumur-sumur minyak.
Kerjasama dengan Iran pasti menjadi prioritas Amerika. Ia adalah jawaban utama Bush ketika ditanyai oleh media dan ucapan-ucapannya di kongres. katanya, Diplomasi adalah pilihan utama kita dalam menghadapi Iran. Kata-kata ini telah lama dikumandangkan sejak isu nuklir tercetus, dibalik ocehan para jenderal Amerika yang ingin berperang melawan Iran. Terbaru, laporan koran Independent 13/4/2008, Robert Gates mengatakan – tidak mungkin kami akan menyerang Iran.
Isu nuklir Adalah menjadi hal sangat pelik dibalik isu nuklir yang sangat besar nilai kesannnya ke dunia dan keutamaannya kepada masyarakat dunia, kedua negara sanggup menepikannya demi keamanan di Irak.
Munculah pertanyaan besar di balik kondisi ini, apakah Amerika telah memberi kesempatan kepada Iran menyiapkan nuklirnya sebelum Amerika menyerang Iran atau bahasa kampungnya mengelabui dunia, utama masyarakat muslim. Lalu mengapa bodohnya Amerika menunggu nuklir Iran siap, bukankah rencana mereka itu tidak diketahui Rusia dan Cina yang berpaham komunis dan merupakan musuh lamanya sejak dahulu. Dan penulis mendapatkan jawabannya dari ucapan Bush, Khalilzad dan Roberts Gates bahwa Amerika tidak akan menyerang Irak dan akan mengutamakan diplomasi ketika berhadapan dengan Iran.
Lalu senjata nuklir Iran itu untuk siapa? Khalilzad mengatakan Amerika bersedia bekerjasama dengan Iran jika negara-negara Arab memboikot Iran dalam isu terkait Irak. Apakah senjata itu untuk negara-negara Arab? Apakah Syiah di Libanon hari ini menandakan titik mula penguasaan Amerika bersama Iran di Timur Tengah? Wallahu A’lam! 
Sumber : Islampos.com

Sejarah Piala Eropa (Euro Cup)


Piala Eropa atau dikenal dengan Euro Cup sesuai namanya merupakan turnamen yang digelar di benua Eropa dan hanya diikuti oleh negara-negara Eropa. Ide awal pencetusan turnamen piala Eropa berasal dari sekretaris Federasi Sepakbola Perancis atau FFF, Henri Delauney pada akhir tahun 1920an.
Saat itu Amerika Selatan berjaya di panggung sepakbola dunia dan tidak dapat ditandingi oleh negara-negara Eropa. Uruguay sebagai salah satu negara Amerika Selatan sukses menyabet medali emas Olimpiade di tahun 1924 dan 1928. Atas prestasinya tersebut, Uruguay diberi kehormatan untuk menjadi tuan rumah piala dunia untuk pertama kalinya di tahun 1930.
Delauney menyampaikan idenya agar Eropa membuat kompetisi yang mampu memperbanyak pertandingan antar negara Eropa, Dengan jalan membuat turnamen antar negara Eropa. Namun sayang ide Delauney tidak dihiraukan oleh UEFA (Federasi Sepakbola Eropa) saat itu. UEFA malah membuat turnamen antar klub Eropa cikal bakal liga champion, liga eropa dan piala winners di masa mendatang.
Hal tersebut membuat Delauney kecewa dan jatuh sakit, Beliau akhirnya meninggal pada tahun 1955. Kontan hal tersebut membuat kaget para petinggi UEFA, Dalam kongres UEFA tahun 1957, Akhirnya ide lawan Delauney diterima dan UEFA memutuskan untuk menggelar turnamen piala Eropa pertamanya di Perancis pada tahun 1960 sebagai penghormatan atas jasa-jasa Delauney.
Uni Soviet atau dikenal Rusia saat ini keluar menjadi juara piala Eropa pertama kalinya, Uni Soviet keluar sebagai juara setelah meraih kemenangan 2-1 atas Yugoslavia di final.
Sejak saat itu, setiap 4 tahun sekali UEFA menggelar perhelatan 'Piala Dunia Mini' ini. Perkembangan dari perhelatan akbar itu pun terus terjadi. Misalnya jumlah peserta Piala Eropa kedua yang berlangsung di Spanyol, 1964, membengkak dari 17 negara menjadi 29 negara. Pembengkakan ini antara lain ditandai masuknya Inggris dan Italia dalam kancah perhelatan akbar se-Eropa ini. Namun format putaran final sama seperti yang pertama, yaitu 4 tim yang lolos ke putaran final. Kali ini di final tuan rumah Spanyol menumbangkan juara bertahan Uni Soviet dengan skor 2-1.

Karena jumlah peserta semakin bertambah, maka format pertandingan pun diubah. Setiap peserta harus menjadi juara dan runner up grup terlebih dahulu untuk lolos ke putaran final. Format inilah yang menjadi format baku yang dianut setiap perhelatan piala Eropa.

Sumber : mabosbet.com

Terompet Setan


Di zaman edan, manusia mengalami dehumanisasi secara besar-besaran, sehingga banyak dari mereka mengidap penyakit skizofrenia. Hal ini lantas membuat mereka lupa ingatan dan kehilangan kesadaran tentang fitrah kebenaran (logika), baik buruk (etika), dan keindahan (estetika).

Di zaman edan, manusia tak hanya bersekutu dan menjadi teman dekat setan (QS al-Nisa [4]: 38), tetapi sebagian telah menjadi seperti setan. Dalam arti selalu membisikkan (meniupkan) kejahatan ke dalam hati manusia. (QS an-Nas [114]: 4-5).

Terompet (nyanyian) setan itu disenandungkan dalam aneka rupa, sehingga manusia berpaling dari jalan Allah. Di antaranya, rayuan agar manusia bersifat kikir serta melakukan kejahatan,  fakhsya’, (QS al-Baqarah [2]: 268), seperti berbuat zina, mabuk-mabukan, judi, dan semgala tindakan sesat lainnya.

Dalam Alquran disebutkan bahwa sebagian manusia memang senang dan gemar membeli terompet setan itu (lahwa al-hadits). (Lihat QS Luqman [31]: 6).

Dalam satu riwayat, Abdullah bin Masud ditanya tentang makna perkataan tidak berguna (lahwa al-hadits) dalam ayat di atas. Ia menjawab, “Demi Allah, tiada tuhan selain Dia, perkataan tak berguna itu adalah nyanyian (al-Ghina’). Abdullah mengulangnya hingga tiga kali sambil bersumpah. (Tafsir Ibnu Katsir [6]: 330).

Imam Hasan al-Bashri memahami lahwa al-hadits sebagai sesuatu yang memalingkan manusia dari mengingat Allah. Seperti candaan, lelucon, gosip murahan, serta lirik dan lagu yang membangkitkan birahi. (Tafsir al-Alusi [15]: 408).

Namun, ini tidak berarti bahwa Islam anti dengan seni (kesenian). Seni dalam pengertian yang sebenarnya sebagai rasa (akan) keindahan, sensibilitas estetis (syu`ur bi al-jamal), dan kemampuan mengekspresikannya (wa al-ta`bir `anhu).

Bahkan, menurut ulama besar dunia, Syekh Yusuf Qaradhawi, tak ada agama yang memberikan apresiasi kepada seni melebihi agama Islam. Dalam al-Fann fi al-Islam, Qaradhawi menjelaskan bahwa seni musik, nyanyian, syair, lirik, dan lagu, tidak tergolong terompet setan manakala memenuhi lima syarat.

Pertama, mengandung pesan yang baik dan tidak bertentangan dengan ajaran dan moral Islam. Kedua, dibawakan dengan cara yang bagus, tidak erotis, sensual, dan membangkitkan nafsu birahi.

Ketiga, tak ikut serta di dalamnya barang yang haram, seperti narkoba, miras (al-khamr), dan perjudian (maysir). Keempat, musik dan nyanyian tidak ekstrem atau berlebihan (ghuluw). Kelima, penonton musik atau konser wajib memiliki pertahanan diri, semacam early warning system jika ada hal-hal buruk yang tak diinginkan.

Apabila tidak memenuhi lima syarat di atas maka musik dan nyanyian itu tergolong terompet setan (mizmar al-syaithan). Inilah maksud sabda Nabi, “Lonceng (dentuman musik) tergolong terompet setan.” (HR Ahmad dari Abu Hurairah).

Di zaman edan, kehidupan dunia bisa jungkir balik. Setan atau terompet setan bisa dianggap sebagai kebaikan dan dibela mati-matian atas nama seni dan kebebasan berekspresi. Benarkah? Wallahu a`lam.

Sumber :  Dr A Ilyas Ismail @ROL

Minggu, 27 Mei 2012

10 Manfaat Satu Zona Waktu RI

 
Pemerintah terus mematangkan ide penyatuan zona waktu dari sistem yang berlaku saat ini. Bahkan, Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) mengusulkan sistem satu zona waktu itu bisa dilaksanakan mulai 28 Oktober 2012.

Seperti dikutip VIVAnews dari Presentasi KP3EI berjudul "1 Januari 2015, Inisiatif Strategis Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia", tim mengusulkan agar penentuan sistem zona waktu yang baru harus dilakukan pada hari Minggu. "Dimana hari libur mencakup seluruh dunia," ungkap laporan tersebut.

KP3EI sedikitnya memperhitungkan adanya tiga jenis manfaat yang bisa diperoleh masyarakat Indonesia dari penyatuan zona waktu. Tiga manfaat itu masing-masing dari sisi sosial politik, ekonomi, dan ekologi.

Dari sisi ekonomi, setidaknya ada 10 manfaat yang bisa didapat dari penggabungan 3 zona waktu yang berlaku saat ini menjadi 1 zona wakt.

Berikut adalah 10 kalkulasi manfaat dari penerapan satu zona waktu di Indonesia:

1. Peluang transaksi lebih banyak
Dalam ruang waktu yang sama, 50 juta masyarakat di kawasan tengah dan timur Indonesia memperoleh kesempatan transaksi yang lebih banyak untuk bertransaksi dengan masyarakat di kawasan barat Indonesia. demikian juga sebaliknya.

2. Orientasi transaksi lebih ke domestik
Orientasi transaksi yang selama ini memanfaatkan pasar/supply dari negara tetanggal darp dipulihkan ke pasar domestik

3. Transaksi bursa efek yang lebih luas
Transaksi harian di bursa efek Indonesia (BEI) akan meningkat seiring dengan meningkatnya volume dan jumlah transaksi harian. Dengan asumsi peningkatan konservatif Rp500 miliar per hari, maka setiap tahun terbangun Rp100 Trilliun transaksi tambahan.

4. Meningkatnya kinerja bisnis
Kinerja perusahaan-perusahaan/dunia usaha di kawasan timur Indonesia (cabang maupun kantor pusat) meningkat dengan pulihnya waktu bisnis yang selama ini sia-sia karena perbedaan waktu. Minimal 60 jam seharinya bisnis time dapat diperoleh oleh setiap unit usaha di tanah air atau minimal 12000 jam setahun

5. Meningkatnya keunggulan konektifitas logistik nasional
Meningkatnya kinerja bisnis jasa logistik nasional di hampir semua lini moda dan berkembangnya intermoda. Dunia penerbangan akan menarik manfaat besar, melalui flight time arrangement, produktifitas pesawat, produktifitas airport, efisiensi crew overnight, serta derivatif benefit terbukanya rute-rute baru dan peningkatan jumlah konsumen penerbangan.

6. Menjadikan Indonesia kekuatan Maritim dunia. 

Mendorong perwujudan kemampuan Maritim Nasional. Seiring dengan meningkatnya kemampuan logistik, maka kemampuan cabotage nasional juga meningkat.

7. Optimalisasi perekonomian di perbatasan

Satu waktu membangun kesempatan ekonomi kawasan perbatasan di garis depan untuk menarik lebih banyak transaksi dari negara tetangga. Turis negara tetangga yang berlibur ke wilayah Indonesia dan menambah waktu tinggalnya.

8. Informasi bisnis lebih dinamis 

Karena tak ada lagi time lag pada informasi, nilai tukar uang di pasar modal pun diharapkan akan lebih stabil dan bergairah.

9. Meningkatkan akses dan aset pada kesempatan kerja 

Satu Waktu akan meningkatkan akses masyarakat terhadap penciptaan aktifitas ekonomi wilayah (entrpreneurship) dan lapangan kerja, baik di kawasan barat Indonesia dan terutama di kawasan timur Indonesia.

10.Peningkatan Produk Domestik Bruto dan PDB Nasional

Secara agregat, membentuk basis baru bagi peningkatkan PDRB Daerah dan PDB Nasional, terutama pada 1-2 tahun pertama unifikasi zona waktu.

PLN Luncurkan Mobil Pintar Tenaga Surya


PT PLN (Persero) di area Bangka memperkenalkan mobil "listrik pintar." Ini mobil PLN pertama yang menggunakan catu tenaga surya yang ada di Indonesia. Semua operasional dalam mobil tersebut menggunakan tenaga matahari.

Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto, mengungkapkan mobil ini terdapat peralatan pendukung pelayanan seperti komputer, printer, TV LCD sosialisasi layanan, speaker aktif, kipas angin. Semua peralatan di dalam mobil itu dicatu oleh tenaga surya.

Energi mobil itu berkekuatan 2 x 300 WP, dengan optimum penyinaran selama 5 jam. Mobil ini mampu menghasilkan listrik sebesar 3000 WP, dan disimpan di baterai 9 x 900 AH, yang kemudian oleh inverter tegangan diubah dari 12V DC menjadi 220V AC.

Hasilnya dapat mengoperasikan peralatan operasional yang ada. Dalam operasional tenaga surya didalam baterai, mampu melayani selama 24,5 jam atau setara dengan 3,5 hari layanan dengan layanan per hari rata-rata 7 jam. Hal ini untuk mengantisipasi jika cuaca hujan dan mendung sehingga mobil ini tetap masih bisa digunakan.

"Mobil ini memang masih menggunakan bahan bakar minyak untuk menjalankannya. Namun semua peralatan layanan di dalamnya seperti komputer, printer, TV LCD sosialisai layanan, speaker aktif, kipas angin, semuanya menggunakan tenaga matahari," kata Bambang kepada VIVAnews, Senin 28 Mei 2012.

Mobil “listrik pintar” ini adalah mobil pemasaran keliling yang melayani berbagai produk layanan, seperti : Pasang Baru, Tambah Daya, Migrasi ke Listrik Pintar (listrik prabayar), Pembayaran Rekening, dan Pembelian Voucher Listrik Pintar.
Jangkau Desa
Mobil ini diprioritaskan untuk menjangkau desa-desa yang belum berlistrik sebagai bentuk komitmen layanan yang cepat mudah dan transparan. Khusus daerah perkotaan mobil ini beroperasi pada lokasi-lokasi strategis dan pusat-pusat keramaian.

Direktur Operasi PLN Indonesia Barat, Moh. Harry Jaya Pahlawan menjelaskan ide ini didapat saat PLN Area Bangka berusaha untuk mencapai target Rasio Elektrifikasi yang masih rendah di kabupaten Bangka Selatan.

"Pada waktu itu masih 37 persen dan target yang harus dicapai di Desember 2011 sebesar 50 persen. Berkat kerja keras dan dukungan mobil layanan tersebut akhirnya target tahun lalu itu bisa dicapai," kata Harry.

Ia menjelaskan apa yang di lakukan PLN Area Bangka ini merupakan hasil karya inovasi dari anggota perusahaan PLN dan merupakan yang pertama di seluruh Indonesia. Terlabih inovasi ini mendapatkan penghargaan MURI.

Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan Piagam Penghargaan Rekor MURI kepada PLN Area Bangka atas gagasan dan inovasi tersebut.
Deputi Manager MURI, Damian menilai langkah itu merupakan inovasi baru yang belum pernah ada di Indonesia, yaitu mobil layanan listrik pintar pertama dengan menggunakan catu daya tenaga surya. Penghargaan ini merupakan rekor ke 5.443 yang tercatat di MURI.

Kamis, 24 Mei 2012

Bahaya JIL bagi Aqidah Umat, Pembentengan dan Solusi

PENDAHULUAN
Islam adalah dien al-haq yang diwahyukan oleh Allah -Subhanahuwata’ala- kepada Rasul-Nya yang terakhir Muhammad -Shalallahu alaihi wasalam- (QS. 48: 28;33:40) sebagai rahmat bagi semesta alam (QS 21:107) dan sebagai satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah -Subhanahuwata’ala- (QS 3:19; 5:3). Islam adalah agama yang utuh yang mempunyai akar, dimensi, sumber dan pokok-pokok ajarannya sendiri. Siapa yang konsisten dengannya maka ia termasuk Al-Jama’ah atau Firqah Najiyah, dan yang keluar daripadanya maka ia termasuk firqah-firqah yang halikah.
Diantara firqah halikah adalah firqah Liberaliyah. Liberaliyah adalah sebuah paham yang berkembang di Barat dan memiliki asumsi, teori dan pandangan hidup yang berbeda. Dalam tesisnya yang berjudul “Pemikiran Politik Barat” Ahmad Suhelani, MA menjelaskan prinsip-prinsip pemikiran ini. Pertama, prinsip kebebasan individual. Kedua, prinsip kontrak sosial. Ketiga, prinsip masyarakat pasar bebas. Keempat, meyakini eksistansi Pluralitas Sosio – Kultural dan Politik Masyarakat. (Gado-Gado Islam Liberal; Sabili no 15 Thn IX/81)
Islam dan Liberal adalah dua istilah yang antagonis, saling berhadap-hadapan tidak mungkin bisa bertemu, namun demikian ada sekelompok orang di Indonesia yang rela menamakan dirinya dengan Jaringan Islam Liberal (JIL). Suatu penamaan yang “pas” dengan orang-orangnya atau pikiran-pikiran dan agendanya, Islam adalah pengakuan bahwa apa yang mereka suarakan adalah haqq tetapi pada hekikatnya suara mereka itu adalah bathi,l karena liberal tidak sesuai dengan Islam yang diwahyukan dan yang disampaikan oleh Rasul Muhammad -Shalallahu alaihi wasalam-. Tetapi bid’ah yang ditawarkan oleh orang-orang yang ingkar kepada Muhammad Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-.
Maka dalam makalah ini akan kita uraikan sanad firqah liberal, visi, misi agenda jIL, bahaya mereka terhadap akidah umat, pembentengan dan solusinya. insyaallah. .
SANAD FIRQAH LIBERAL
Islam liberal menurut Charless Kurzman muncul sekitar abad ke-18 dikala kerajaan Turki Utsmani Dinasti Shafawi dan Dinasti Mughal tengah berada digerbang keruntuhan. Pada saat itu tampillah para ulama untuk mengadakan gerakan permurnian, kembali kepada al-Qur`an dan sunnah. Pada saat itu muncullah cikal bakal paham liberal awal melalui Syah Waliyullah (India, 1703-1762), menurutnya Islam harus mengikuti adat lokal suatu tempat sesuai dengan kebutuhan penduduknya. Hal ini juga terjadi dikalangan Syi’ah. Aqa Muhammad Bihbihani (Iran, 1790) mulai berani mendobrak pintu ijtihad dan membukanya lebar-lebar.
Ide ini terus bergulir. Rifa’ah Rafi’ al-Tahtawi (Mesir, 1801-1873) memasukkan unsur-unsur Eropa dalam pendidikan Islam. Shihabuddin Marjani (Rusia, 1818-1889) dan Ahmad Makhdun (Bukhara, 1827-1897) memasukkan mata pelajaran sekuler kedalam kurikulum pendidikan Islam. (Charless Kurzman: xx-xxiii)
Di India muncul Sir Sayyid Ahmad Khan (1817-1890) yang membujuk kaum muslimin agar mengambil kebijakan bekerja sama dengan penjajah Inggris. Pada tahun 1877 ia membuka suatu kolese yang kemudian menjadi Universitas Aligarh (1920). Sementara Amir Ali (1879-1928) melalui buku The Spirit of Islam berusaha mewujudkan seluruh nilai liberal yang dipuja di Inggris pada masa Ratu Victoria. Amir Ali memandang bahwa Nabi Muhammad -Shalallahu alaihi wasalam- adalah Pelopor Agung Rasionalisme. (William Montgomery Watt: 132)
Di Mesir muncullah M. Abduh (1849-1905) yang banyak mengadopsi pemikiran mu’tazilah berusaha menafsirkan Islam dengan cara yang bebas dari pengaruh salaf. Lalu muncul Qasim Amin (1865-1908) kaki tangan Eropa dan pelopor emansipasi wanita, penulis buku Tahrir al-Mar’ah. Lalu muncul Ali Abd. Raziq (1888-1966) yang mendobrak sistem khilafah, menurutnya Islam tidak memiliki dimensi politik karena Muhammad hanyalah pemimpin agama. Lalu diteruskan oleh Muhammad Khalafullah (1926-1997) yang mengatakan bahwa yang dikehendaki oleh al-Qur`an hanyalah sistem demokrasi tidak yang lain.(Charless: xxi,18)
Di Al-Jazair muncul Muhammad Arkoun (lahir 1928) yang menetap di Perancis. Ia menggagas tafsir al-qur`an model baru yang didasarkan pada berbagai disiplin Barat seperti dalam lapangan semiotika (ilmu tentang fenomena tanda), antropologi, filsafat dan linguistik. Intinya ia ingin menelaah Islam berdasarkan ilmu-ilmu pengetahuan Barat modern. Dan ingin mempersatukan keanekaragaman pemikiran Islam dengan keanekaragaman pemikiran diluar Islam. (Mu’adz, Muhammad Arkoun Anggitan tentang cara-cara tafsir al-Qur`an, Jurnal Salam vol. 3 No. 1/2000 hal 100-111; Abd Rahman al-Zunaidi: 180; Willian M. Watt: 143)
Di Pakistan muncul Fazlur Rahman (lahir 1919) yang menetap di Amerika dan menjadi guru besar di Universitas Chicago. Ia menggagas tafsir konstekstual, satu-satunya model tafsir yang adil dan terbaik menurutnya. Ia mengatakan al-Qur`an itu mengandung dua aspek: legal spesifik dan ideal moral, yang dituju oleh al-Qur`an adalah ideal moralnya, karena itu ia yang lebih pantas untuk diterapkan. (Fazhul Rahman: 21; William M. Watt: 142-143)
Di Indonesia muncul Nurcholis Madjid (murid dari Fazlur Rahman di Chicago) yang memelopori gerakan firqah liberal bersama dengan Djohan Efendi, Ahmad Wahib dan Abdurrahman Wachid. (Adiyan Husaini dalam makalah Islam Liberal dan misinya menukil dari Greg Barton; Sabili no. 15: 88). Nurcholis Madjis telah memulai gagasan pembaruannya sejak tahun 1970-an. Pada saat itu ia telah menyuarakan pluralisme agama dengan menyatakan: “Rasanya toleransi agama hanya akan tumbuh diatas dasar paham kenisbian (relativisme) bentuk-bentuk formal agama ini, dan pengakuan bersama akan kemutlakan suatu nilai yang universal, yang mengarah kepada setiap manusia, yang kiranya merupakan inti setiap agama.” (Nurcholis Madjis: 239)
Lalu sekarang muncullah apa yang disebut JIL (Jaringan Islam Liberal) yang mengusung ide-ide Nurcholis Madjid dan para pemikir-pemikir lain yang cocok dengan pikirannya.
Demikian sanad Islam Liberal menurut Hamilton Gibb, William Montgomery Watt, Charless Kurzman dan lain-lain. Akan tetapi kalau kita urut maka pokok pikiran mereka sebenarnya lebih tua dari itu. Paham mereka yang rasionalis dalam beragama kembali pada guru besar kesesatan yaitu Iblis la’natulllah ‘alaih. (Ali Ibn Abi al-‘Izz: 395) karena itu JIL bisa diplesetkan dengan “Jalan Iblis Laknat”. Sedang paham sekuleris dalam bermasyarakat dan bernegara berakhir sanadnya pada masyarakat Eropa yang mendobrak tokoh-tokoh gereja yang melahirkan moto Render Unto The Caesar What The Caesar’s and to the God What the God’s (Serahkan apa yang menjadi hak Kaisar kepada kaisar dan apa yang menjadi hak Tuhan kepada hak Tuhan). (Muhammad Imarah: 45) Karena itu ada yang mengatakan: “Cak Nur Cuma meminjam pendekatan Kristen yang membidani lahirnya peradaban Barat.”
Sedangkan paham pluralisme yang mereka agungkan bersambung sanadnya kepada Ibn Arabi (468-543 H) yang merekomendasikan keimanan Fir’aun dan mengunggulkannya atas nabi Musa u. (Muhammad Fahd Syaqfah: 229-230). Atau lebih tua dari pada itu; yaitu kembali kepada kaum jahiliyyah musyrik yang thawaf dengan telanjang (Lihat Mahmud syukri al-Alusi, Mewaspadai 100 perilaku Jahiliyyah, terjemahan Agus Hasan Bashori, Elba Surabaya, 2005, h.109, masalah ke-27; Shaleh al-Fauzan, Syarah Masail al-Jahiliyyah, masalah nomor 35). Allah -Subhanahuwata’ala- menegur mereka atas perbuatannya yang keji itu, namun apa jawaban mereka? Allah berfirman:

وَإِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا……………… (٢٨)

“Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji[1], mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya(QS.al-A’raf: 28).
Jadi argumentasi orang jahiliyyah untuk melegitimasi perbuatan keji tersebut ada dua lapis yaitu:
Pertama: tradisi nenek moyang yang sudah didapati secara turun temurun. Hal ini dikenal oleh orang liberal dengan istilah ‘Realitas sosial’. Dengan demikian orang musyrik jahiliyyah dan JIL sama-sama mengukur kebenaran dengan realitas. Oleh karena itu karena pluralitas agama adalah sebuah realitas yang tidak bisa ‘dielakkan’ maka semuanya harus diterima, dan semuanya sama saja. Inilah hakekat paham pluralisme itu.
Kedua: ‘fiqih nafsu , pemikiran liar atau nalar jahili. Mereka mengatakan dengan lantang bahwa perbutan keji itu justru telah diperintahkan oleh Allah -Subhanahuwata’ala-. Prinsip ini dikenal dan diamalkan oleh orang liberal dengan istilah rasionalitas, liberalitas dalam bersuara dan berpendapat, hermeneutic, analisa kritis dan lain sebagainya, yaqng diantara produknya adalah Fiqih Lintas Agama yang mirip dengan fiqih musyrik jahiliyyah.( Lihat bantahan kami: Koreksi Total Buku Fiqih Lintas Agama, Pustaka al-Kautsar, 2004)
Maka Allah membantah kedustaan dan kebodohan mereka itu dengan mengatakan:

قُلْ إِنَّ اللَّهَ لا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ (٢٨)

Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.” Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (QS.al-A’raf: 28).
MISI FIRQAH LIBERAL
Misi Firqah Liberal adalah untuk menghadang (tepatnya: merusak membusukkan dan menghancurkan) gerakan dakwah islam yang mereka anggap fundamentalis (www.islamlib.com). mereka menulis: “… … sudah tentu., jika tidak ada upaya-upaya untuk mencegah dominannya pendangan keagamaan yang militan itu, boleh jadi, dalam waktu yang panjang, pandangan-pandangan kelompok keagamaan yang militan ini bisa menjadi dominan. Hal ini jika benar terjadi, akan mempunyai akibat buruk buat usaha memantapkan demokratisasi di Indonesia. Sebab pandangan keagamaan yang militan biasanya menimbulkan ketegangan antar kelompok-kelompok agama yang ada. Sebut saja antara islam dan Kristen. Pandangan-pandangan kegamaan yang terbuka (inklusif) plural, dan humanis adalah salah satu nilai-nilai pokok yang mendasari suatu kehidupan yang demokratis.”
Yang dimaksud dengan islam fundamentalis yang menjadi lawan firqah liberal adalah orang yang memiliki lima cirri-ciri; yaitu (1) mereka yang digerakkan oleh kebencian yang mendalam terhadap Barat, (2) mereka yang bertekad mengembalikan peradaban Islam masa lalu dengan membangkitkan kembali masa lalu itu (3) mereka yang bertujuan menerapkan syariat Islam (4) mereka yang mempropagandakan bahwa islam adalah agama dan negara, (5) mereka menjadikan masa lalu itu sebagai penuntun (petunjuk) untuk masa depan.
Demikian yang dilontarkan mantan Presiden Amreika Serikat, Richard Nixon (Muhammad Imarah: 75)
AGENDA DAN GAGASAN FIRQAH LIBERAL
Dalam tulisan berjudul “Empat Agenda Islam Yang Membebaskan; Luthfi Asy-Syaukani, salah seorang penggagas JIL yang juga dosen di Universitas Paramadina Mulya memperkenalkan empat agenda Islam Liberal. Pertama, agenda politik. Menurutnya urusan negara adalah murni urusan dunia, sistem kerajaan dan parlementer (demokrasi) sama saja. Kedua, mengangkat kehidupan antara agama. Menurutnya perlu pencarian teologi pluralisme mengingat semakin majemuknya kehidupan bermasyarakat di negeri-negeri Islam. Ketiga, emansipasi wanita dan keempat kebebasan berpendapat (secara mutlak).
Sementara dari sumber lain kita dapatkan empat agenda mereka adalah (1) pentinganya konstekstualisasi ijtihad (2) komitmen terhadap rasionalitas dan pembaruan (3) penerimaan terhadap pluralisme sosial dan pluralisme agama-agama (4) pemisahan agama dari partai politik dan adanya posisi non-sektarian negara (lihat Greg Berton, Gagasan Islam Liberal di Indonesia, Pustaka Antara Paramadina 1999: XXI)
BAHAYA FIRQAH LIBERAL TERHADAP AKIDAH UMAT
Dari uraian singkat di atas kita sudah dapat merasakan betapa besar bahaya paham liberal dalam islam dan orang-orangnya yang tergabung dalam Jaringan Islam Liberal.
1). Mereka tidak menyuarakan Islam yang diridhai oleh Allah -Subhanahuwata’ala-, tetapi menyuarakan pemikiran-pemikiran yang diridhai oleh Iblis, Barat dan para Thaghut lainnya. Oleh karena yang paling diuntungkan oleh gerakan orang-orang liberal adalah orang-orang non muslim yang ingkar al-Qur’an dan Nabi Muhammad -Shalallahu alaihi wasalam- – juga aliran-aliran sesat dan ahli maksiat-, dan yang paling dirugikan adalah umat islam.( Lihat: PembaharuanIslam Di Indonesia: Pandangan Kristen, Martin Lukito Sinaga, islib.com, kolom,3/4/2006).
Bahkan demi membela orang-orang yang amoral sampai salah seorang tokoh liberal berani melecehkan al-Qur’anul Karim- Na’udzu billah minal khudzlan- dengan mengatakan: “Kitab suci yang paling porno di dunia adalah al-Qur’an.” (lihat misalnya: ali.otda.blogdrive.com, atau yang lain
2). Mereka lebih menyukai atribut-atribut fasik dari pada gelar-gelar keimanan karena itu mereka benci kata-kata jihad, sunnah, salaf, dakwah, amar ma’ruf nahi munkar, ulama, Al-Qur’an yang Mulia dan lain-lainnya dan mereka rela menyebut dirinya dengan istilah Islam Liberal, Islam Emansipatoris, inklusif pluralis dan lain sebagainya Allah -Subhanahuwata’ala- berfirman:

[بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ اْلإِيْمَانِ] (الحجرات : 11)

3). Mereka beriman kepada sebagian kandungan al-Qur`an dan meragukan kemudian menolak sebagian yang lain. Supaya penolakan mereka terkesan sopan dan ilmiah mereka menciptakan “jalan baru” dalam menafsiri al-Qur`an. Mereka menyebutnya dengan Tafsir Kontekstual, Tafsir Hermeneutik, Tafsir Kritis dan Tafsir Liberal.
Sebagai contoh, Musthofa Mahmud dalam kitabnya al-Tafisr al-Ashri li al-Qur`an menafsiri ayat [فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا] dengan “maka putuslah usaha mencuri mereka dengan memberi santunan dan mencukupi kebutuhannya.” (Syeikh Mansyhur Hasan Salman, di Surabaya, Senin 4 Muharram 1423)
Dan tafsir seperti ini juga diikuti juga di Indonesia. Maka pantaslah mengapa Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam- bersabda:

(( أَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلىَ أُمَّتِيْ مُنَافِقٌ عَلِيْمٌ اللِّسَانُ يُجَادِلُ بِالْقُرْآنِ ))

“Sesuatu yang paling aku takutkan atas umatku adalah seorang munafiq yang pandai bersilat lidah, mendebat dengan al-Qur’an.” (HR. Ahmad 15133, dengan sanad kuat, menurut syekh Syueb al-Arnauth)
Orang-orang seperti inilah yang merusak agama ini. Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam- bersabda:

(( هَلاَكُ أُمَّتِيْ فِي الْكِتَابِ وَالَّلبْنِ )) فَقِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ , وَمَا الْكِتَابُ وَاللَّبْنُ ؟ قَالَ : (( يَتَعَلَّمُوْنَ الْقُرْآنَ وَيَتَأَوَّلُوْنَهُ عَلىَ غَيْرِ مَا أَنْزَلَ اللهُ وَيُحِبُّوْنَ اللَّبْنَ وَيَدَعُوْنَ الْجَمَاعَاتِ وَالْجُمَعَ وَيُبْدُوْنَ ))

Kehancuran ummatku ada pada al-Qur’an dan susu.” Ditanyakan : “Ya Rasuallah, apa (yang dimaksud dengan) al-Qur’an dan susu itu?” Beliau bersabda: “ Mereka mempelajari al-Qur’an dan menafsirinya berbeda dengan apa yang diturunkan oleh Allah. Dan mereka menyukai susu[2], meninggalkan shalat berjamah dan jum’at, dan mereka tinggal di pedalaman[3] (HR. Ahmad, 17451, Syueb al-Arnauth berkata: “Kedua sanadnya hasan.”)
Mereka mengklaim diri mereka sebagai pembaharu Islam padahal merekalah perusak Islam, mereka mengaku mangajak kepada al-Qur`an padahal merekalah yang mencampakkan al-Qur`an. Mengapa demikian? Karena mereka bodoh terhadap sunnah. Ibn Mas’ud t berkata:

»سَتَجِدُوْنَ قَوْمًا يَدْعُوْنَكُمْ إِلىَ كِتَابِ اللهِ وَقَدْ نَبَذُوْهُ وَرَاءَ ظُهُوْرِهِمْ فَعَلَيْكُمْ بِالْعِلْمِ وَإِيَّاكُمْ وَالتَّبَدُّع وَإِيَّاكُمْ وَالتَّنَطُّع وَعَلَيْكُمْ بِالْعَتِيْق«

“Kamu akan mendapati satu kaum yang mengajakmu kepada Kitabullah, padahal mereka telah mencampakkannya dibalik punggung mereka. Maka kamu wajib berpegang dengan ilmu, dan jauhilah sikap sikap mengada-ada, memaksa-maksa, dan kamu wajib mengikuti yang salaf.”(Lihat Ahamd Ibn Umar al-Mahmashani, Mukhtashar Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih: 388-389)
4). Mereka menolak paradigma keilmuwan dan syarat-syarat ijtihad yang ada dalam Islam, karena mereka merasa rendah berhadapan dengan budaya barat, maka mereka melihat Islam dengan hati dan otak orang Barat. Islam yang murni bagi mereka adalah belenggu, sedang para ulama adalah ‘teroris’ yang mengancan kepentingan mereka.
5). Mereka tidak mengikuti jalan yang ditempuh oleh Nabi -Shalallahu alaihi wasalam-, para sahabatnya y dan seluruh orang-orang mukmin. Bagi mereka pemahaman yang hanya mengandalkan pada ketentuan teks-teks normative agama ( al-Qur’an dan Sunnah) serta pada bentuk-bentuk Formalisme Sejarah Islam paling awal ( salafus shaleh) adalah kurang memadai dan agama ini akan menjadi agama yang ahistoris dan eksklusif. (Syamsul Arifin; Menakar Otentitas Islam Liberal, Jawa Pos 1-2-2002). Mereka lupa bahwa sikap seperti inilah yang diancam oleh Allah:

[ وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُوْلَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيْلِ الْمُؤْمِنِيْنَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَآءَتْ مَصِيْرًا ] (النساء : 115)

6). Mereka tidak memiliki ulama dan tidak percaya kepada ilmu ulama. Mereka lebih percaya kepada nafsunya sendiri atau kepada guru besar mereka dari para orientalis atau missionaris, sebab mereka mengaku sebagai “pembaharu” bahkan “super pembaharu” yaitu neo modernis. Allah berfirman:

[ وَإِذَا قِيْلَ لَهُمْ لاَ تُفْسِدُوا فِي اْلأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ ! أَلاَ إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُوْنَ وَلَكِنْ لاَيَشْعُرُوْنَ ! وَإِذَا قِيْلَ لَهُمْ ءَامِنُوا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَآءُ أَلاَ إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَآءُ وَلَكِنْ لاَيَعْلَمُوْنَ ] (البقرة : 11-13)

7). Kesamaan cita-cita mereka dengan cita-cita Amerika, yaitu menjadikan Turki sebagai model bagi seluruh negara Islam. Prof. Dr. John L. Esposito menegaskan bahwa Amerika tidak akan rela sebelum seluruh negara-negara Islam tampil seperti Turki. Artinya bisa saja menjadi antek dan mata-mata bagi Negara penjajah tersebut dengan menjual umat, Negara dan agama ini kepada mereka, sebagaiman layaknya orang munafiq.
8). Mereka memecah belah umat Islam karena gagasan mereka adalah bid’ah dan setiap bid’ah pasti memcah belah. Disaming mereka adalah para profokator yang menghasut untuk memusuhi apa yang mereka sebut sebagai Islam Fundamentaklis, inklusif dan militan.
9). Mereka memiliki basis pendidikan yang banyak melahirkan pemikir-pemikir liberal, memiliki media yang cukup dan jaringan internasional dan dana yang cukup, serta dukungan dari Negara-negara donor yang maju yang berwatak penjajah, seperti Amerika dan Israel. Misalnya contoh kecil adalah Gunawan Muhammad bos JIL mendapatkan penghargaan dari Israel dan hadiah 2 M karena selama 40 tahun berjasa dalam menyebarkan paham menyimpang di negri muslim terbesar dunia ini. (Replubika, 26/4/2006 h. 3. Sms dari pak Hartono ahmad Jaiz, 26/4/2006, 20:55:15; Harian Surya….)
10). Mereka tidak memiliki manhaj yang jelas dan baku serta tidak bisa diam, padahal diam mereka adalah emas., memang begitu berat jihad menahan lisan. Tidak akan mampu melakukannya kecuali seorang yang mukmin.

(( مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ )) البخارى ومسلم

(Lihat Husain al-Uwaisyah: 9 dan seterusnya)
Sementara itu Ustadz Hartono Ahamd Jaiz menyebut mereka berbahaya sebab mereka itu “sederhana” tidak memiliki landasan keilmuwan yang kuat dan tidak memiliki aqidah yang mapan. (lihat Bahaya Islam Liberal: 40, 64-65)
Ringkasnya: jika umat terpengaruh oleh pikiran JIL maka agama akan rusak, moral akan bejat, dan mati dalam kondisi murtad, sebab mereka meyakini:
1. Semua agama sama. Islam tidak beda dengan agama kufur dan syirik manapun, semuanya masuk surga.
2. Semua orang beragama adalah mukmin, oleh karena itu semua bersaudara dan halal saling menikahi.
3. Meyakini Islam satu-satunya agama yang benar tidak boleh. Oleh karena itu dakwah islamiyahpun tidak boleh. Wajib diganti dengan dialog, tukar menukar pengalaman dan kerja sama dalam bidang social keagamaan.
4. al-Qur’an adalah produk budaya, tidak suci dan tidak berada di atas manusia.
5. Tidak ada yang namanya hukum Tuhan di bidang public dan dunia. Hukum Tuhan hanya dalam ibadah.
6. Nabi Muhammad hanyalah tokoh histories yang juga memiliki kelemahan-kelemahan, dan sunnahnya tidak mengikat umat
7. dll.
PEMBENTENGAN
Untuk membentengi umat dari virus liberal yang membinasakan ini dipelukan pembentengan dalam dua lapis.
Pertama: Upaya pribadi
1. Menjauhi syubhat-syubhat orang liberal sedapat mungkin.
Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam- bersabda

مَنْ سَمِعَ باِلدَّجَّالِ فَلْيَنْأَ عَنْهُ فَوَ اللهِ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَأْتِيْهِ وَهُوَ يَحْسِبُ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ فَيَتَّبِعُهُ مِمَّا يَبْعَثُ بِهِ مِنَ الشُّبُهَاتِ أَوْ لِمَا يَبْعَثُ بِهِ مِنَ الشُّبُهَاتِ

“Barang siapa mendengar tentang Dajjal maka menjauhlah (beliau mengucapkanya 3x). Demi Allah ada seorang yang mendatanginya dengan anggapan bahwa dia adalah mukmin( dalam riwayat: benar) lalu ia mengikutinya karena syubhat-syubhat yang ia lontarkan.” ( HR.Ahmad, 19888, 19982;Hakim 8615; Abu Dawud, 2/519 dari Imran ibn Hushen, dishahihkan syekh Albani, )
2. Ketika mendengarnya atau membacanya segera membaca ta’awwudz
3. Menolak syubhat itu dengan iman dan keyakinan yang kuat. Iman adalah benteng yang terkuat dari segala macam syubhat.
Dasar dari semua ini adalah hadis Abu Hurairah: Rasulullah bersabda: “Akan datang setan itu kepada salah seorang kalian lalu bertanya: Siapakah yang menciptakan ini?, siapakah yang menciptalkan itu? Hingga ia bertanya siapakah yang mencitakan Allah?. Maka apabila sampaqi pada tingkat itu maka beristi’adzahlah kepada Allah, dan berhentilah.” Dalam satu lafahz: makaucapkanlah: Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari,6866; Muslim, 135, 212, 215; Abu Dawud, 4721, Ahmad, 8192, 8358 dll. lihat Syarahnya as-Sa’di, Bahjatu Qulubil AbrarWa Qurratu Uyunil Akhyar, hadis nomor 8, h.17-19.)
4. Menolak syubhat tersebut dengan ilmu yang benar, melalui bantuan ahli ilmu. Oleh karena itu setiap muslim wajib berguru kepada ahlu sunnah. Dengan ilmu maka syubhat-syubhat akan sirna; misalnya pada 17 April 2007 Mentri Agama Maftuh Basyuni didemo oleh sekelompok orang yang menamakan diri Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan. Kepada Menag mereka menuntu-antara lain- agar dalam waktu sesingkat-singkatnya mencabut pernyataan Menag yang menetapkan dan menyatakan bahwa Ahmadiyyah adalah suatu ajaran yang sesat menyesatkan. Dengan mudah kita bisa membantah mereka bahwa “dengan argumentasi yang sama mestinya kalaian harus menghormati agamanya Menag, MUI dan umat Islam, jadi kalian tidak perlu demo., sebab itu berarti memaksakan kehendak pada orang lain dan memaksa orang lain untuk menanggalkan agamanya.”( baca, Adian Husaini, Memaknai Kebebasan Beragama.” Begitu pula orang yang mengaku pluralis tetapi memusuhi kelompok muslim yang dianggap eksklusif berarti mereka sendiri yang eksklusif dan radikal. Begitu seterusnya.
5. Melindungi keluarga dari virus liberal, kalau perlu seorang suami harus ‘mengikat’ anak perempuan dan istrinya di rumah agar tidak terpengaruh, seperti pada kasus Dajjal.
Kedua: Upaya Payung Hukum; berupa fatwa atau kepetusan muktamirin pada setiap jam’iyyah. Alhamdulillah hal ini telah terealisir dengan:
1. Sikap para kiyahi dan para ulama nahdiyyin di Muktamar Boyolali yang menolak JIL, dan tuntutan mereka agar paham liberal tidak disebarkan di tubuh NU.(Baca misalnya Jawa Pos, Minggu 28 Nopember 2004, h.11)
2. Sikap para tokoh Muhammadiyyah di Muktamar Malang yang menolak dan melibas tokoh-tokoh liberal di tubuh Muhammadiyyah. (Baca buku PEMIKIRAN MUHAMMADIYAH RESPON TERHADAP LIBERALISASI ISLAM, Terbitan Muhaammadiyah University Press, 2005).
3. Fatwa MUI Daerah Jawa Timur tertanggal 2/3/1425-22/5/2004
4. Fatwa MUI Pusat, dalam Munasnya yang ke-7 pada 25-29 Juli di Jakarta, yang telah menetapkan 11 fatwa.( baca selengkapnya Adian Husaini, Pluralisme Agama Haram, Pustaka al-Kautsar).
5. dll
SOLUSI
Pertama: Upaya Dakwah
Dakwah islamiyah Salafiyyah adalah penawar dari segala racun, obat dari segala penyakit dan senjata ampuh untuk melawan segala musuh.. Ia adalah solusi yang substansial dan total meskipun diperlukan waktu yang tidak singkat. Ambil contoh, bagaimana bangsa penjajah Tatar yang perkasa dan kejam itu tunduk dan takluk dengan dakwah, sehingga mereka berubah menjadi kerajaan Islam. (Baca Abul Hasan An-Nadwi, Rabbaniyyah La Rahbaniyyah, Dar Ibn Katsir, Damaskus 1423, h.22-24.)
Kedua : Upaya Hukum
Mengajukan para penebar virus liberal yang merusak bangsa dan agama itu ke pengadilan (jika memang ada pengadilan dan keadilan), untuk menerima hukuman.
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, mari kita bersama berjuang untuk membela kebenaran; agama Allah. Allah berfirman:

[ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍج إِلاَّ تَفْعَلُوْهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى اْلأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيْرٌ ] (الأنفال: 73)

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang Telah diperintahkan Allah itu,[4]niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” . (al-Anfal:73)
MARAJI’
Arifin, Syamsul, Menakar Otentisitas Islam Liberal, Jawa Pos, 1-2-2002
Al-Hanafi, Ali Ibn Abi al-Izz, Tahzdib Syarh at-Thahawiyah, Dar al-Shadaqah, Beirut, cet I 1995
Al-Mahmashani, Ahmad Ibn Umar, Mukhtashar Jami’ Bayan al-Ilmi wa Fadhlihi, Tahqiq: Hasan Ismail, Dar al-Khair, Beirut cet. I 1994
Al-‘Uwaisyah, Hasan, Hashaid al-Alsum, Dar al-Hijrah
Al-Alusi, Mahmud Syukri, Mewaspadai 100 Perilaku Jahiliyyah, Elba Surabaya, 2005
As-Sa’di, Abdurr4ahman, Bahjatu Qulubil AbrarWa Qurratu Uyunil Akhyar, hadis nomor 8, h.17-19.)
Bashori, Agus Hasan, Mewaspadai Gerakan Kontekstualisasi al-Qur’an, Pustaka as-Sunnah Surabaya, 2003, h.197-204.
_________________, Koreksi Total Buku Fiqih Lintas Agama, Pustaka al-Kautsar, 2004.
CD al-Maktabah asy-Syamilah
Husaini, Adnan, Islam Liberal dan Misinya, Makalah diskusi di Pesantren Tinggi Husnayain Jakarta 8 Januari 2002.
_________________, Pluralisme Agama Haram, Pustaka al-Kautsar, 2005.
Hidayat, Syamsul dan Sudarno Shobron, Pemikiran Muhammadiyah Respon Terhadap Liberalisasi Islam, Terbitan Muhaammadiyah University Press, 2005
Imarah, Muhammad, Perang Terminologi Islam Versus Barat, terjemahan Musthalah Maufur, Rabbani Press, Jakarta 1998.
Jaiz, Hartono Ahmad, Bahaya Islam Liberal, Pustaka al-Kautsar cet II, 2002.
Kurzman, Charless, Wacana Islam Liberal, Paramadina Jakarta 2001.
Majid, Nurcholis, Islam Kerakyatan dan Ke Indonesiaan, Mizan, Bandung cet III/ 1996.
Mu’adz, Muhammad Arkoum Anggitan Tentang Cara-Cara (Tafsir) al-Qur`an, Jurnal SALAM UMM, Malang vol. 3. No. 1/2000.
Ridwan, Nurcholis, Gado-Gado Islam Liberal, Majalah Sabili, No. 15 tahun IX 25 Januari 2002.
Rahman, Fazlur, Metode dan Alternatif Neomodernisme Islam, Terjemahan Taufik Adnan, Mizan, Bandung 1987.
Syaqfah, M. Fahd, Al-Tashawwuf Baina al-Haqqi wa al-Khalq, Dar al-Salafiyah cet III 1983.
Watt, William M, Fundamentalisme Islam dan Modernitas, Terjemahan Taufiq Adnan, Raja Grafindo Persada Jakarta, cet I 1997
Zunaidi, Abd Rahman, Al-Salafiyah wa Qadhaya al-Ashr, Dar Isbiliya, Riyadh cet I 1998

[1] Seperti: syirik, thawaf telanjang di sekeliling ka’bah dan sebagainya
[2] Simbol harta dunia; mereka menyusu kepada Negara Kafir yang dapat memberi susu.
[3] Demikian ditafsiri dalam kitab Majma’ az-Zawaid 2/424 nomor 3181; Kanzul ummal 1/1011. Orang-orang desa itu gagap modernitas, mudah menghamba pada pemikiran sekuler dan orang-orang yang memberinya materi.
[4] yang dimaksud dengan apa yang Telah diperintahkan Allah itu: keharusan adanya persaudaraan yang teguh antara kaum muslimin.

Oleh :  Abu Hamzah Agus Hasan Bashori al-Sanuwi @madrasahsunnah.wordpress.com

Mike Tyson Sholat dan Berdo'a dengan Khusyu'





Mike Tyson adalah legenda tinju dunia, setelah Muhammad Ali. Terali besi menjadi jalan bagi si Leher Beton untuk menemukan hidayah Allah SWT.

Ia memeluk Islam saat menjalani hukuman penjara atas tuduhan memperkosa ratu kencantikan Amerika Serikat (AS) tahun 1991. Sebelum dipenjara, Tyson sedang berada dalam puncak kariernya. Ia tercatat sebagai juara dunia tinju kelas berat sejak 1986 hingga tahun 1990.

Begitu keluar dari penjara, Tyson sempat beberapa kali menjalani pertandingan untuk mempertahankan gelarnya, namun tidak berhasil. Kabar terakhir, Januari lalu, ia sempat muncul di arena gulat bebas di AS.

Setelah itu, Tyson seakan menghilang hingga muncul kabar bahwa sang legendaris tinju itu menjalani ibadah umrah, beberapa waktu lalu.

Perjalanan ke Tanah Suci itu ternyata sungguh membekas di hati mantan petinju dunia, Mike Tyson. "Saya masih suka menangis bila ingat saya bisa datang ke Taman Surga di Madinah," ujarnya, menceritakan saat-saat mengharukan ketika ia shalat di Raudhah, samping makam Rasulullah SAW. "Saya bahkan berpikir untuk tidak beranjak dari tempat suci itu."

Secara bergurau pria yang dulu dijuluki sebagai "si leher beton" ini menyatakan tak ingin dikenali sebagai Mike Tyson oleh orang lain ketika berada di Tanah Suci. "Saya berharap mereka membiarkan saya menikmati saat-saat  saya penuh emosi dan sendirian berdoa."

Tyson pergi berumrah bersama-sama dengan presiden misi perdamaian Kanada, beberapa duta besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan cendekiawan Muslim Shazad Muhammad. Di Madinah banyak fans menunggu berjam-jam untuk melihat dan berfoto bersama petinju terkenal di dunia itu.

Sepertinya, Tyson telah menjadi sosok yang relijius. Ia shalat dan berdoa dengan begitu khusyuk. Inilah videonya:


 http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=aWBvI212FZg

Intelejen Rusia Curigai AS dalam Tragedi Sokhoi SSJ100


Para korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak telah dimakamkan. Namun, walau masih dalam penyelidikan, sejumlah kalangan mulai berspekulasi mengenai penyebab jatuhnya pesawat tersebut pada 9 Mei lalu. Kalangan di Rusia menduga ada sabotase sehingga terjadi kecelakaan yang menewaskan 45 orang.

Badan intelijen militer Rusia (GRU) dikabarkan sedang menyelidiki kemungkinan militer Amerika Serikat berada di balik kecelakaan pesawat Sukhoi tersebut. Mengutip sumber anonim dari badan intelijen militer Rusia, mereka telah lama melacak kerja Angkatan Udara AS di Bandara Jakarta.

"Kami tahu mereka memiliki peralatan khusus yang dapat memotong komunikasi, mengganggu sinyal dari darat atau mengganggu parameter kapal," kata seorang jenderal GRU tanpa mau disebutkan namanya kepada tabloid Komsomolskaya Pravda, Kamis, 24 Mei 2012, .

Pesawat Sukhoi Superjet 100 menghilang dari radar pada 9 Mei lalu, tak lama setelah pilot meminta izin untuk mengurangi ketinggian 1.800 meter. Itu dianggap sebagai manuver berbahaya untuk penerbangan di daerah pegunungan. Terlebih lagi di kawasan Gunung Salak sudah beberapa kali terjadi kecelakaan pesawat.

Spekulasi lainnya, kecelakaan itu dianggap sebagai sabotase industri. "Di sisi lain, kita tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa ini adalah sabotase yang disengaja untuk menurunkan industri pesawat kami di pasaran," kata sumber lain.

Ini bukan kali pertama Rusia curigai AS mensabotase pesawat buatan mereka. Pada Oktober lalu, seorang mantan pejabat juga menyalahkan radar Amerika di Alaska atas hilangnya pesawat penyelidikan antariksa Fobos Grunt.

Sementara itu, Sukhoi Superjet 100 adalah pesawat sipil pertama yang dibangun Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet. Model pesawat ini memang ditujukan untuk melakukan tur di kawasan Asia Tenggara untuk menghidupkan bisnis pesawat Rusia.

Pengamat industri telah mengingatkan, program tersebut mungkin tidak akan pernah pulih jika penyelidikan menemukan adanya kegagalan teknis atas kecelakaan pesawat tersebut.